KARYA ILMIAH TUGAS BAHASA INDONESIA
assalamu'alaikum wr.wb.
ini adalah postingan pertamaku yang berisi tentang karya ilmiah. karya ada karena waktu aku dan teman-teman satu kelasku sedang mendapat tugas untuk membuat sebuah tugas karya ilmiah yang temanya sudah ditentukan oleh guruku. namun, karena tahun ini terjadi musibah korona akhirya tugas ini tidak jadi dikumpulkan dan aku berinisiatif untuk berbagi di sini.
kali ini temanya yaitu "konsep pemikiran pendidikan islam KH. Hasyim Asy'ari. langsung saja ya😊
KARYA
ILMIAH BAHASA INDONESIA
“KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KH. HASYIM ASY’ARI”
|
DISUSUN OLEH: |
1.
IYUT SILFIYANTI 2.
FIKA RIFATUL AZIMAH 3.
MARIA ULFA 4.
SITI KARIMATUL MUNAWAROH 5.
UNTIYA FITROTUN NISA |
ILMU PENGETAHUAN ALAM
MA MATHOLI’UL HUDA BUGEL
KEDUNG JEPARA
TP:2019/2020
KATA PENGANTAR
Assalamu’aaikum
Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah Swt.
yang telah memberikan hidayah, inayah, dan taufik-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
karya ilmiah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berjudul
konsep pemikiran pendidikan islam kh.
Hasyim Asy’ari.
Shalawat serta salam semoga
senatiasa tercurah untuk nabi kita Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga dan
sahabatnya semoga kita termasuk dalam golongan yang mendapat syafa’at dari Nabi
Muhammad Saw. di hari akhir nannti.
Sesuai judulnya, tugas ini membahas
tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan islam yang sesuai
dengan pemikiran KH. Hasyim Asy’ari. Pendidikan merupakan sesuatu yanng penting
bagi semua orang mulai lahir hingga akhir hayat. Pentingnya pendidikan tersebut
karena orientasi dasar pendidikan adalah kehidupan yang lebih baik, dengan
demikian proses pendidikan senatiasa diarahkan untuk memberikan bekal yang
dibutuhkan untuk menghadapi masa depannya.
Demikian karya ilmiah ini dibuat.
Penulis berharap dengan adanya karya imiah tentang pendidikan ini dapat
bermanfaat bagi masyarakat agar meningkatkan lagi pendidikannya dan kualitas
pendidikan di Indonesia. Penulis juga mengharapakan kritik dn saran yang
membangun dari pembaca.
Jepara, 20 maret 2020
Penulis
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. LATAR
BELAKANG
Berbicara
tentang soal pendidikan di Indonesia, perlu melihat sejarah pendidkan di
Indonesia sejak awal adanya kegiatan pendidikan hingga pada masa untuk
mengembangkan dan memajukan pendidikan. Orang yang berkecimpung dalam bidang
pendidikan, maka tentu tidak terlepas dari pola pandangan mereka dalam bidang
tersebut. Kaitanya, demi mengembangkan dan memajukan kulitas maupun orientasi
pendidikan di Indonesia, kita juga perlu memilki prinsip dalam mengelola
sub-sub sistem pendidkan di dalamnya. Walau prinsip tersebut tidak serta merta
sepenuhnya muncul dalam pandangan seseorang saja, akan tetapi kita perlu
mengumpulkan, memandang, dan menganalisis beberapa pandangan para tokoh
pendidikan, agar tercapai atau mendekati kesempurnaan.
Banyak
pemikiran para tokoh pendidikan di dunia, bahkan dari Indonesia sendiri yang
menjadi acuan bagi para praktisi pendidikan di Indonesia, baik pendidikan di
bidang umum maupun agama, khususnya gama islam. Salah satu dari beberapa tokoh
agama islam yang terkemuka di Indonesia ialah KH. Hasyim Asy’ari, yang mana
pemikirannya tentang pendidikan di Indonesia menjadi pandangan banyak pendidik
di Indonesia.
KH.
Hasyim Asy’ari adalah salah seorang pendiri lembaga pesantren di samping
sebagai tokoh yang memiliki pemikiran di berbagai disiplin, diantaranya
teologi, tasawuf, fiqih, dan kependidikan, bahkan, masyarakat Indonesia agaknya
lebih mendukung beliau sebagai tokoh awal yang membuat mata rantai
trasionalisme di Indonesia. KH.Hasyim Asy’ari meletakkan kerangka dasar
pendirian Nahdlatul Ulama’, sebagai sebuah organisasi sosial keagamaan yang
terbesar di Indonesia.
1.2. BATASAN
MASALAH
1.2.1.
Pemikiran pendidikan menurut para ahli
1.2.2. Konsep pendidikan KH. Hasyim
Asy’ari
1.2.3.
Bagaimana pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dengan pendidikan sekarang
1.3. RUMUSAN
MASALAH
1.3.1. Bagaimana pemikiran
pendidikan menurut para ahli?
1.3.2. Bagaimana konsep pendidikan
KH. Hasyim Asy’ari?
1.3.3.
Bagaimana pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dengan pendidikan sekarang?
1.4. TUJUAN
PENELITIAN
a)
Untuk
mengetahui pemikiran pendidikan menurut para ahli.
b)
Untuk
mengetahui konsep pendidikan KH. Hasyim Asy’ari.
c)
Untuk
mengetahui pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dengan pendidkan sekarang.
1.5. MANFAAT
PENELITIAN
a)
Menambah
wawasan dan kemampuan berpikir mengenai penerapan konsep pendidikan KH. Hasyim
Asy’ari.
b)
Hasil
penelitian dapat dijadikan sarana mencari sebab masalah yang terjadi dalam
sistem pendidikan sekarang.
c)
Hasil
penelitian dapat dijadikan sebagai sarana penyusunan strategi mengenai sistem
pendidikan sekarang.
BAB II. PEMBAHASAN
A .
Pendidikan Menurut Para Ahli
Pengertian pendidikan menurut para
ahli sangatlah banyak yang mana pendefinisian tersebut disesuaikan perspektif
apa yang digunakan dalam memandang permasalahan pendidikan.
Menurut John
Dewey berpendapat bahwa pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan individu yang
berperan dalam kesadaran sosial.proses pendidikan mula-mula dimulai dari sejak
lahir secar tidak disadari, dan terus berkelanjutan membentuk
kemampuan-kemampuan personal untuk mencapai kesederhanaannya, membentuk
kebiasaan-kebiasaan, melatih gagasan-gagasan, membangkitkan perasaan dan emosi.
[1]Menurut Ayzumardi Azra yang
dimaksud pendidikan adalah suatu proses yang dilakukan dalam rangka menyiapkan
generasi muda agar mampu menjalankan kehidupan dengan baik di tengah-tengah
masyarakat dan memenuhi tujuan hidupnya secara efektif dan efisien.[2]
[1] Muhammad Asy’ari, RELASI AGAMA DAN NEGARA DLAM KONTEKS PENDIDIKAN, (Bantul, Jogjakarta: Lingkar Media,2016), cet. Kedua, hlm. 6.
[2] Muhammad Asy’ari, RELASI AGAMA DAN NEGARA DLAM KONTEKS PENDIDIKAN, (Bantul, Jogjakarta: Lingkar Media,2016), cet. Kedua, hlm.10.
Sejalan dengan ilmu pengetahuan yang
berkembang saat ini islam juga memiliki ajaran yang khas dalam bidang
pendidika. Islam memiliki pandangan bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap
orang, baik laki-laki maupun perempuan dan berlangsung sepanjang hidupnya. Di
kalangan para ahli masih diperdebatkan tentang masalah pendidikan islam apakah
akan dimasukkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan, karena antara ilmu
pengetahuan dan agama berbeda. Hal ini banyak diperdebatkan oleh para pemikir
islam.
Islam sebagai agama, lebih bersifat
memihak, romantis, apologis, dan subjektif. Jika dilihat dari segi historis,
dipraktekkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalam sejarah kehidupan
manusia, maka islam dapat dikatakan sebagai disiplin ilmu yaitu ilmu keislaman.
Perkembangan dan pertumbuhan ilmu pengetahuan islam pernah mengalami masa
kejayaan yaitu ketika masa Dinasti Abbasiyah, yaitu dengan adanya berbagai ilmu
pengetahuan mulai dari kedokteran hingga astronomi. Dengan demikian, pendidikan
islam mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi,
matematika, fisika, dan sebagainya yang mana ilmu-ilmu tersebut dibangun di
atas nilai-nilai keislaman.
Pendidikan islam memiliki pengertian
yang bermacam-macam yang disesuaikan dengan konteks yang digunakan oleh para
ahli. Dalam pendidikan islam terdapat tiga istilah yang biasa digunakan yaitu:
1.
Tarbiyah,
yang berarti memelihara, mengasuh, mendidik, memimpin, memperbaiki.
2.
Ta’lim,
yang berarti mengajar, mendidik, memberitahu
3.
Ta’dib,
yang berati mendidik, memperbaiki, melatih kedisiplinan, mengambil tindakan.
Dari ketiga
istilah tersebut terdapat kedekatan pengertian tentang pendidikan islam itu bukanlah
suatu kekeliruan yang mendasar, akan tetapi memilki penekanan tersendiri.
B . Konsep
Pemikiran Pendidikan Menurut KH. Hasyim Asy’ari
KH.
Hasyim Asy’ari merupakan seorang ulama besar di Indonesia, pendiri organisasi
Nahdlatul Ulama, dan juga seorang penulis dalam semua bidang ilmu pengetahuan.
Namun, dari segi epistemiliginya KH. Hasyim As’ari memiliki pemikiran yang khas
dan tipikal, yaitu beliau selalu mengacu pada konsep yang terdapat dalam
al-qur’an dan hadis, dan cenderung pada madzhab syafi’i. Berikut yang termasuk
pemikiran pendidikan islam KH. Hasyim
Asy’ari:
1.
Signifikasi
Pendidikan
Tujuan
utama dari pendidikan adalah mengamalkan, agar ilmu yang dimilki memilki
manfaat baik di dunia dan akhirat. Dalam menuntut ilmu ada dua hal yang harus
diperhatikan, yaitu:
a.
Bagi
murid, hendaknya niat untuk mencari ilmu bukan niat untuk hal-hal yang
berkaitan dengan duniawi. Karena belajar juga merupakan ibadah untuk mencari
ridla Allah SWT.
b.
Bagi
guru, hendaknya meluruskan niat untuk mengamalkan ilmu yang dimilki bukan untuk
mengharapakan materi yang didapat dari mengajar. Karena pendidik hendaknya
mampu mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat agar mampu
mengembangkan nilai-nilai kebajikan dan norma-norma islam kepada generasi
berikutnya.
2.
Etika Siswa terhadap Guru
a Selalu memperhatikan apabila guru sedang mendengarkan
b.
Sabar
terhadap kekerasan guru
c. Menggunakan anggota tubuh bagian kanan apabila ingin menyerahkan sesuatu kepada guru
e.
Menghormati guru
f.
Sopan pada guru
g.
Berbicara
dengan sopan
3.
Etika Guru terhadap Siswa
a.
Berniat
mengajar untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki
b.
Senantiasa
mendekatkan diri kepada Allah SWT
c.
Bersikap
tenang dan hati-hati
d.
Mengadukan
segala persoalan kepada Allah SWT
e.
Tidak
menggunakan ilmunya untuk meraih kebahagiaan dunia semata
4.
Etika Guru bersama Siswa
a.
Berniat
mendidik dan menyebarkan ilmu
b.
Menghindari
ketidak ikhlasan
c.
Menggunakan
metode yang mudah dipahami
d.
Memerhatikan
kemampuan siswa
e.
Tidak
memunculkan salah satu peserta didik dan menafikan yang lain
5.
Metode
Metode yang digunakan oleh KH. Hasyim Asy’ari
adalah metode wetonan dan sorogan, metode hafalan, metode muhawarat.
Metode-metode tersebuut merupakan metode pendidikan yang digunakan di dalam
lingkungan pondok pesantren klasik, seperti Pondok Pesantren Tebuireng,
Jombang, Jawa Timur. Dalam menentukan metode pembelajaran hendaknya disesuaikan
dengan tujuan, materi maupun situasi lingkungan pendidikan.
C.Relevansi
Konsep Pendidikan menurut KH. Hasyim Asy’ari dengan Pendidikan Sekarang
Pendidikan islam merupakan sarana
agar manusia mengetahui dan menyadari siapa yang menciptakan dan untuk apa
diciptakan. Terdapat dua istilah yanag berkembang dalam pendidikan islam, yaitu
pendidikan islam dan pendidikan agama islam. Namun, secara konseptual kedua
istilah tersebut tidak ada bedanya. Baik istilah pendidikan islam maupun
pendidikan agama islam, sebenarnya adalah pendidikan yang mengajarkan tentang
agama islam dan senantiasa menerapkan nilai-nilai keislaman.
Dalam praktek penyelenggaraan pendidikan
di Indonesia, kalimat “ pendidikan islam” dipakai untuk menyebut mata pelajaran
yang berkaitan dengan mata pelajaran agama islam yang terdapat di
sekolah-sekolah umum maupun untuk penggunaan kata Raudlatul Athfal (RA),
Madrasah Ibtidaiyah(MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA),
pondok pesantren, maupun institusi lain yang berkaitan dengan pendidikan
islam. Akan tetapi, pendidikan islam mencakup semua proses pemikiran
penyelenggaraan dan tujuan islam.
Relevansi pemikiran KH. Hasyim Asy’ari
terhadap pendidikan sekarang dimunculkan dengan adanya lembaga pondok pesantren
yang sampai sekarang masih diterapkan.
Konsep
pendidikan oleh KH. Hasyim Asy’ari tidak hanya teori saja, akan tetapi praktek
juga diterapkan. Walaupun pemikiran beliau masih tradisionalis, pemikiran
beliau tetap sesuai dan masih relevan jika diterapkan pada masa sekarang
terutama dalam aspek tujuan pendidikan, aspek materi dan dasar yang digunakan
yaitu al-qur’an dan hadis.
Pemikiran beliau dengan memadukan
pesantren klasik dan sekolah umum, menunjukkan bahwa beliau merupakan tokoh
yang berusaha memelihara tradisi turun temurun berupa pondok pesantren juga
mengembangkan pendidikan keilmuwan di lingkungan pondok pesantren. Saat ini,
sudah berkembang pondok pesantren mulai dari pesantren tradisional, pesantren
modern, hingga perpaduan antara pesantren tradisional dan modern. Tujuan
pendidikan menurut KH. Hasyim Asy’ari adalah untuk mencetak para siswa atau
santri menjadi seorang ulama yang intelektual dan intelek yang islami.
Menurut KH. Hasyim Asy’ari konsep
pendidik seharusnya memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni, dapat memberi
teladan bagi para siswanya, tekun, ulet, bersungguh-sungguh dalam mengamalkan
ilmunya, dan juga ikut berbaur dengan masyarakat. Seorang guru dalam mengajar
harus memiliki niat yang baik kepada peserta didik. Selain itu, seorang guru
juga harus ahli dalam bidangnya masing-masing. Seorang guru dalam menyampaikan
ilmu harus jelas agar para peserta didik dapat memahami apa yang diajarkan.
Selain konsep terhadap guru, KH.
Hasyim Asy’ari juga memilki konsep terhadap peserta didik. Menurut beliau
peserta didik dalam menuntut ilmu hendaknya berniat suci menuntut ilmu dan
untuk mengamalkannya, mengembangkan, dan melestarikan nilai islam
di samping menghilangkan kebodohan.
Selain itu,
KH. Hasyim Asy’ari juga mendirikan organisasi yang bergerak dalam bidang
pendidikan yaitu, Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif). Fungsi lembaga
tersebut adalah sebagai pelaksana kebijakan-kebijakan pendidikan, keuangan,
yang mana pengurusnya mulai dari pengurus besar hingga pengurus majelis wakil
cabang. LP Ma’arif NU juga mendirikan satuan pendidikan berupa sekolah dan
madrasah, mulai dari tingkat tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Saat ini
telah tercatat sekitar 6000 lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh pulau
di Indonesia.
BAB III. PENUTUP
A.
A. Kesimpulan
KH. Hasyim Asy’ari dilahirkan pada Selasa Kliwon 24
Zulqa’dah 1284 atau 14 Februari 1871 di desa Gedang, jombang Jawa Timur. KH.
Hasyim Asy’ari wafat pada tanggal 25 Juli 1947 pukul 03.45 dini hari bertepatan
dengan tanggal 7 Ramadhan tahun 1366 dalam usia 79 tahun.
Konsep Pendidikan KH. M. Hasyim Asy’ari terdapat dalam buku
Adab al-alim wa al-muta’allim fi ma yahtaj ilaih al-muta’allim fi ahwal ta’limihi
wa ma yatawaqaf ‘alaih al-muta’allim fi maqamat ta’limihiyangterdiri dari 8 bab.
Dan berisi tujuan dari pendidikan yaitu untuk mewujudkan masyarakat beretika,
titik tekan pada moralitas itu tampak mendominasi di berbagai tempat dalam
karyanya.
Dalam konsep Di bidang teologi, Kiai Hasyim punya pandangan,
bahwa Islam tidak hanya membimbing manusia hanya untuk menyembah satu Tuhan,
tapi ia merupakan agama yang memajukan aspek-aspek sosial ekonomi masyarakat
Islam. Sedang di bidang tasawuf, Kiai Hasyim punya pemikiran yang cukup
rasional. Menurutnya, untuk menjadi seorang sufi, ada persyaratan yang cukup
ketat.
B.
B. Saran
Dengan mengetahui konsep pendidikan yang ditulis oleh KH. Hasyim Asy’ari, guru dapat menyampaikan materi dengan baik dan benar serta dengan etika yang sesuai bagi seorang guru sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Konsep Pendidikan yang ditawarkan KH. Hasyim Asyari telah memberikan petunjuk bagi seorang guru dan murid. Bukunya dapat dijadikan pedoman siswa dengan beretika baik layaknya seorang murid dalam menuntut ilmu Allah sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://mediaabelajar.blogspot.com/2017/01/makalah-konsep-pemikiran-kh-hasyim.html%3Fm%3D1&ved=2ahUKEwjZgu71pq_oAhXLc30KHdJICJcQFjACegQIBRAB&usg=AOvVaw2TS6sv9spTIpvJSo9h6dyk
http://mahasiswacerdasceria.blogspot.com/2017/05/kumpulan-makalah.html?m=1
http://tobeloluary.blogspot.com/2015/01/makalah-pendidikan-islam-tentang-kh.html?m=1
itulah tadi contoh karya ilmiah, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. akhir kata saya ucapkan terima kasih.
wassalau'alaikum wr.wb
Karya ilmiahnya sangat rapi dan bagus...sangat bermanfaat...semangat terus buat kakak
BalasHapus